Monthly Archives: May 2009

Profile of Katrina Halili

Katrina Halili (Maria Katrina Irene Pe Halili) was born on January 4, 1986. She is a commercial model. She made her screen debut via StarStruck, but did not gain popularity until playing the antagonist roles in Darna, Majika, Atlantika, and MariMar and becoming the protagonist in One Night Only and Magdusa Ka.

Katrina Halili is an alumna of the StarStruck talent search and the cover girl of leading magazines such as FHM and Maxim Philippines. She was voted as FHM Philippines’ sexiest woman for the year 2006 and bagged the title yet again in 2007. She is the first StarStruck contestant to top the FHM Philippines’ 100 Sexiest list and the only Filipina celebrity to have won the title twice in a row. She is a three-time FHM Philippines covergirl. With 123,000 votes, she placed 2nd in 2008 next to Marian Rivera.

She is not related to Sheena Halili.

In May 2009, three videos that shows compromising encounters between Halili and Dr. Hayden Kho were distributed over the internet without her consent. It was supposed that the person behind the leak of the videos to Internet was a certain Eric Johnson Chua, a close friend and fraternity brother of Hayden Kho. Sen. Ramon Revilla Jr., in his privilege speech, denounced Kho’s acts and would file a case for the removal of Dr. Kho’s license. She is also consulting with the women’s rights group GABRIELA regarding the legal actions that will be placed against Kho.


Katrina Halili. (2009, May 25). In Wikipedia, The Free Encyclopedia. Retrieved 18:05, May 25, 2009, from http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Katrina_Halili&oldid=292217375

Terminator Salvation

Terminator Salvation Synopsis (In Theathers May 21st): The year is 2018. Judgment Day has come and gone, leveling modern civilization. An army of Terminators roams the post-apocalyptic landscape, killing or collecting humans where they hide in the desolate cities and deserts. But small groups of survivors have organized into a Resistance, hiding in underground bunkers and striking when they can against an enemy force that vastly outnumbers them. Controlling the Terminator sis the artificial intelligence network Skynet, which became self-aware 14 years earlier and, in the blink of an eye, turned on its creators, unleashing nuclear annihilation on an unsuspecting world. Only one man saw Judgment Day coming. One man, whose destiny has always been intertwined with the fate of human existence: John Connor (Christian Bale). Now the world is on the brink of the future that Connor has been warned about all his life. But something totally new has shaken his belief that humanity stands a chance of winning this war: the appearance of Marcus Wright (Sam Worthington), a stranger from the past whose last memory is of being on death row before awakening in this strange, new world. Connor must decide whether Marcus can be trusted. But as Skynet adapts new strategies to end the Resistance forever, Connor and Marcus must find common ground to take a stand against the onslaught – to infiltrate Skynet and meet the enemy head-on. The Halcyon Company presents a Moritz Borman Production, in association with Wonderland Sound and Vision, a McG Film, “Terminator Salvation.” McG (“Charlie’s Angels,” “We Are Marshall”) directed the film from a screenplay by John Brancato & Michael Ferris (“Terminator 3: Rise of the Machines”). “Terminator Salvation” was produced by Moritz Borman, Jeffrey Silver, Victor Kubicek and Derek Anderson. Peter D. Graves, Dan Lin, Jeanne Allgood, Joel B. Michaels, Mario F. Kassar and Andrew G. Vajna served as executive producers. Chantal Feghali co-produced the film and James Middleton was associate producer. The film stars Christian Bale (“The Dark Knight”), Sam Worthington (“Avatar”), Anton Yelchin (“Star Trek”), Moon Bloodgood (“What Just Happened”), Bryce Dallas Howard (“Spider-Man 3”), Common (“Wanted”), Jane Alexander (“The Unborn”) and Helena Bonham Carter (“Harry Potter and the Half-Blood Prince”). The behind-the-scenes creative team includes cinematographer Shane Hurlbut (“We Are Marshall”), production designer Martin Laing (“Pearl Harbor”), Oscar-winning editor Conrad Buff (“Titanic”), costume designer Michael Wilkinson (“Watchmen”), Oscar-winning visual effects supervisor Charles Gibson (“Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest”), and animatronics supervisor John Rosengrant of Stan Winston Studio. The music is by four-time Oscar-nominated composer Danny Elfman (“Milk,” “Big Fish,” “Good Will Hunting,” “Men in Black”). Opening nationwide on May 21, 2009, “Terminator Salvation” is being distributed domestically by Warner Bros. Pictures. Columbia Pictures is distributing the film in most international territories (excluding South Korea and select Middle East territories). The film has been rated PG-13 by the MPAA for intense sequences of sci-fi violence and action, and language.

Wulan Guritno makin terkenal dengan video porno

Belakangan ini Wulan Guritno menjadi sosok yang sangat popuper di antara selebriti Indonesia. Terutama setelah beredar video adegan mesra yang disebut-sebut dimainkan oleh Wulan Guritno dan mantan kekasihnya yang seorang pembalap, Ananda Mikola. Penasaran dengan Wulan Guritno? berikut sedikit informasi tentang artis cantik ini.

Wulan Guritno adalah seorang selebriti Indonesia yang cantik dan menarik. Artis seksi yang memiliki nama asli Wulan Lorraine Guritno ini lahir di London (Inggris) pada tanggal 14 April 1980.

Wulan Guritno memiliki darah campuran Solo – Inggris. Karirnya di entertainment dimulai dengan menjadi presenter acara sepakbola: Highlight Liga Italia (RCTI, 2001) dan Lega Calcio (RCTI, 2001). Dia juga menjadi presenter acara Gebyar BCA di Indosiar pada tahun yang sama.

Rumah tangga Wulan Guritno dan Attila Syach berakhir dengan perceraian, namun karir Wulan makin cemerlang. Profesinya semakin berkembang dari presenter menjadi model dan aktris.

Sejumlah sinetron yang pernah dibintangi Wulan Guritno antara lain: 3 1/2 Wanita, Apa Kata Hatiku, Bila esok tiba (FTV), Borobudur, Tutur Tinular, Cinta Kontrak, Dari Temen Jadi Demen, Di Antara Dua Sisi, Dilarang Jatuh Cinta, Dimana Aku Disini (FTV), Dua Hati Menyatu, Dunia Tanpa Koma, Elegi Dua Cinta, Gara-Gara Kucing Garong, Kehormatan, Kusebut Nama-Mu, Lepas dari Impian (FTV), Maha Pengasih, Makhluk Tengah Malam (FTV), Mama, Mencintaimu, Misteri Gunung Berapi, Misteri Sepasang Hati (FTV), Pangeran Betawi, Pondok Indah 1, Sayangi Aisyah, Terpikat.

Wulan Guritno tidak hanya bermain sinetron tapi juga film. Film Wulan Guritno antara lain Janji Joni (2005), Gie (2005), Kejar Jakarta (2005), Naga Bonar jadi 2 (2007), Suster N (2007), Otomatis Romantis (2008), Love (2008), Bukan Cinta Biasa (2009), dan Rasa (2009).

Selain bermain sinetron dan film, Wulan Guritno juga membintangi sejumlah iklan, di antaranya Moistra, Explorade, serta sejumlah iklan layanan masyarakat.

Karir Politik SBY

Karir Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Tampil sebagai juru bicara Fraksi ABRI menjelang Sidang Umum MPR 1998 yang dilaksanakan pada 9 Maret 1998 dan Ketua Fraksi ABRI MPR dalam Sidang Istimewa MPR 1998. Pada 29 Oktober 1999, ia diangkat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi di pemerintahan pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid. Setahun kemudian, tepatnya 26 Oktober 1999, ia dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (Menko Polsoskam) sebagai konsekuensi penyusunan kembali kabinet Abdurrahman Wahid.

Dengan keluarnya Maklumat Presiden pada 28 Mei 2001 pukul 12.00 WIB, Menko Polsoskam ditugaskan untuk mengambil langkah-langkah khusus mengatasi krisis, menegakkan ketertiban, keamanan, dan hukum secepat-cepatnya lantaran situasi politik darurat yang dihadapi pimpinan pemerintahan. Saat itu, Menko Polsoskam sebagai pemegang mandat menerjemahkan situasi politik darurat tidak sama dengan keadaan darurat sebagaimana yang ada dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 1959.

Belum genap satu tahun menjabat Menko Polsoskam atau lima hari setelah memegang mandat, ia didesak mundur pada 1 Juni 2001 oleh pemberi mandat karena ketegangan politik antara Presiden Abdurrahman Wahid dan DPR. Jabatan pengganti sebagai Menteri Dalam Negeri atau Menteri Perhubungan yang ditawarkan presiden tidak pernah diterimanya.

Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri melantiknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 10 Agustus 2001. Merasa tidak dipercaya lagi oleh presiden, jabatan Menko Polkam ditinggalkannya pada 11 Maret 2004. Berdirinya Partai Demokrat pada 9 September 2002 menguatkan namanya untuk mencapai kerier politik puncak. Ketika Partai Demokrat dideklarasikan pada 17 Oktober 2002, namanya dicalonkan menjadi presiden dalam pemilu presiden 2004.

Setelah mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam dan sejalan dengan masa kampanye pemilu legislatif 2004, ia secara resmi berada dalam koridor Partai Demokrat. Keberadaannya dalam Partai Demokrat menuai sukses dalam pemilu legislatif dengan meraih 7,45 persen suara. Pada 10 Mei 2004, tiga partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, dan Partai Bulan Bintang secara resmi mencalonkannya sebagai presiden dan berpasangan dengan kandidat wakil presiden Jusuf Kalla.


Susilo Bambang Yudhoyono. (2009, Mei 9). Wikipedia, . Diakses pada 05:07, Mei 15, 2009 dari http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Susilo_Bambang_Yudhoyono&oldid=2201578.

Karir Militer SBY

Inilah Riwayat Karir Militer Susilo Bambang Yudhoyono
Tahun 1973, ia lulus dari Akademi Militer Indonesia (Akabri: Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dengan penghargaan Adhi Makayasa sebagai murid lulusan terbaik dan Tri Sakti Wiratama yang merupakan prestasi tertinggi gabungan mental, fisik, dan intelek. Periode 1974-1976, ia memulai karier di Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad. Pada tahun 1976, ia belajar di Airborne School dan US Army Rangers, American Language Course (Lackland-Texas), Airbone and Ranger Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Kariernya berlanjut pada periode 1976-1977 di Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad, Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977), Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978, Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981, Paban Muda Sops SUAD (1981-1982. Periode 1982-1984, ia belajar di Infantry Officer Advanced Course (Fort Benning) Amerika Serikat.

Tahun 1983, ia belajar pada On the job training in 82-nd Airbone Division (Fort Bragg) Amerika Serikat, Jungle Warfare School (Panama, Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman pada tahun 1984, Kursus Komando Batalyon (1985) dan meniti karier di Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985), Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988), dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988).

Periode 1988-1989, ia Sekolah Komando Angkatan Darat dan belajar di US Command and General Staff College pada tahun 1991. Periode (1989-1993), ia bekerja sebagai Dosen Seskoad Korspri Pangab, Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994, Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995) serta Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (1995-1996). Pada tahun 1997, ia diangkat sebagai Kepala Angkatan Bersenjata dan Staf Urusan Sosial dan Politik. Ia pensiun dari kemiliteran pada 1 April 2001 oleh karena pengangkatannya sebagai menteri.

Lulusan Command and General Staff College (Fort Leavenwort) Kansas Amerika Serikat dan Master of Art (MA) dari Management Webster University Missouri ini juga meniti karier di Kasdam Jaya (1996), dan Pangdam II/Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasda. Karier militernya terhenti sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI) dengan pangkat Jenderal.


Susilo Bambang Yudhoyono. (2009, Mei 9). Wikipedia, . Diakses pada 05:07, Mei 15, 2009 dari http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Susilo_Bambang_Yudhoyono&oldid=2201578.

Riwayat Pendidikan Susilo Bambang Yudhoyono

Riwayat Pendidikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976
Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976
Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983
On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983
Jungle Warfare School, Panama, 1983
Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman, 1984
Kursus Komando Batalyon, 1985
Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989
Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Kansas, AS
Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS
Doktor dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), tahun 2004.


Susilo Bambang Yudhoyono. (2009, Mei 9). Wikipedia, . Diakses pada 05:07, Mei 15, 2009 dari http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Susilo_Bambang_Yudhoyono&oldid=2201578.

Jend. TNI Purn. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.

Seri Mengenal Capres – Cawapres

Jend. TNI Purn. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.
Ia lahir di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949 dari anak pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Dari ayahnya, silsilahnya dapat dilacak hingga Pangeran Buwono Keling dari Kerajaan Majapahit dengan RM. Kustilah yang merupakan keturunan Gusti Bandoro Ayu (putri Sri Sultan Hamengkubuwono III.)

Seperti ayahnya; Viditaris Sasongko, ia pun berkecimpung di dunia kemiliteran. Selain tinggal di kediaman keluarga di Bogor (Jawa Barat), SBY juga tinggal di Istana Merdeka, Jakarta. Susilo Bambang Yudhoyono menikah dengan Kristiani Herawati yang adalah anak perempuan ketiga Jenderal (Purnawirawan) Sarwo Edhi Wibowo (alm). Komandan militer Jenderal Sarwo Edhi Wibowo turut membantu menumpas PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1965. Dari pernikahan mereka lahir dua anak lelaki, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (lahir 1979) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir 1982).

Agus adalah lulusan dari SMA Taruna Nusantara tahun 1997 dan Akademi Militer Indonesia tahun 2000. Seperti ayahnya, ia juga mendapatkan penghargaan Adhi Mekayasa dan seorang prajurit dengan pangkat Letnan Satu TNI Angkatan Darat yang bertugas di sebuah batalion infantri di Bandung, Jawa Barat. Agus menikahi Anissa Larasati Pohan, seorang aktris yang juga anak dari mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Sejak pertengahan 2005, Agus menjalani pendidikan untuk gelar master-nya di Strategic Studies at Institute of Defense and Strategic Studies, Singapura. Anak yang bungsu, Edhie Baskoro lulus dengan gelar ganda dalam Financial Commerce dan Electrical Commerce tahun 2005 dari Curtin University of Technology di Perth, Australia Barat.

Lebih jauh tentang SBY
RIwayat Pendidikan SBY
Karir Politik SBY
Karir Militer SBY


Susilo Bambang Yudhoyono. (2009, Mei 9). Wikipedia, . Diakses pada 05:07, Mei 15, 2009 dari http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Susilo_Bambang_Yudhoyono&oldid=2201578.